Perjanjian Kerja Sama Program SMASH

Perjanjian Kerja Sama Program SMASH

Dirut IBL Terbantu atas Perjanjian Kerja Sama Program SMASH dan WiraMuda Academy Kemenpora untuk Industri Basket Indonesia

Perjanjian Kerja Sama Program SMASH . Pada tanggal 15 Oktober 2021, Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Bapak Junas Miradiarsyah, mengumumkan perjanjian kerja sama yang akan memberikan dampak positif bagi industri basket Indonesia. Kerja sama ini melibatkan program SMASH dan WiraMuda Academy yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Program SMASH (Sekolah Menembak dan Shooting) merupakan program yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan menembak dan shooting pada pemain basket di Indonesia. Program ini akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pemain basket muda agar dapat meningkatkan kualitas permainan mereka. Dalam perjanjian kerja sama ini, IBL akan berperan sebagai penyelenggara dan pengawas program SMASH.

Selain itu, perjanjian kerja sama ini juga melibatkan WiraMuda Academy, sebuah akademi basket yang fokus pada pengembangan pemain basket muda di Indonesia. Melalui kerja sama ini, IBL akan memberikan dukungan dan bantuan teknis kepada WiraMuda Academy dalam mengembangkan program-program pelatihan dan pembinaan bagi pemain basket muda.

Perjanjian Kerja Sama Program SMASH

Dirut IBL, Bapak Junas Miradiarsyah, menyambut baik perjanjian kerja sama ini. Beliau mengungkapkan bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat yang besar bagi industri basket Indonesia. Dengan adanya program SMASH dan WiraMuda Academy, diharapkan akan lahir pemain basket muda yang berkualitas dan siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Bapak Junas Miradiarsyah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak-pihak terkait dalam mengembangkan industri basket Indonesia. Ia berharap bahwa kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi kerja sama lainnya yang akan mendukung perkembangan basket di Indonesia.

Perjanjian kerja sama antara IBL, program SMASH, dan WiraMuda Academy ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kemenpora sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengembangan olahraga di Indonesia, melihat pentingnya upaya untuk meningkatkan kualitas basket di Tanah Air.

Perjanjian Kerja Sama Program SMASH

Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara pemerintah, IBL, program SMASH, dan WiraMuda Academy dalam mengembangkan industri basket. Dukungan dari Kemenpora juga diharapkan dapat memberikan dorongan dan motivasi bagi semua pihak yang terlibat dalam program ini.

Sebagai rangkaian dari perjanjian kerja sama ini, IBL, program SMASH, dan WiraMuda Academy akan melakukan serangkaian kegiatan seperti pelatihan, turnamen, dan kompetisi untuk pemain basket muda. Melalui kegiatan-kegiatan ini, diharapkan pemain basket muda dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung olahraga.

Perjanjian kerja sama antara IBL, program SMASH, dan WiraMuda Academy ini merupakan langkah yang positif dalam mengembangkan industri basket Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan lahir pemain basket muda yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Semoga kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi kerja sama lainnya dalam mengembangkan olahraga di Indonesia.

Jakarta: Direktur Utama Indonesia Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah mengaku merasa terbantu dengan adanya penandatangan perjanjian kerja sama Kemenpora dan Kemendikbudristek bersama para mitra untuk program Sport Management School (SMASH) dan WiraMuda Academy untuk kemajuan industri basket di Indonesia.

Perjanjian Kerja Sama Program SMASH

“Jadi, kami sebagai pelaku di industri di sektor swasta ini sangat terbantu sekali dengan program Kemenpora ini. Karena bicara olahraga dan industri ini ada dua khususnya untuk sumber daya, yakni atlet dan pengelolanya,” kata Junas saat jumpa pers di Puri Ratna Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (12/12).

Dengan adanya kerjasama ini lanjutnya, dirinya merasa terbantu karena akan ada banyak tenaga-tenaga baru khususnya yang tertarik untuk memajukan industri olahraga basket  meskipun statusnya masih magang.

“Jadi dalam kerjasama ini kami sangat terbantu sekali karena akan di suplay tenaga-tenaga muda meskipun mereka magang tapi kita yakin energinya ada dan mudah-mudahan dapat transfer knowledge karena industri olahraga di Indonesia masih relatif baru,” urainya.

“Kita memastikan olahraga itu menuju industri yang lebih baik perlu juga bersaing dengan sumber daya. Untuk itu kita harus memastikan talenta kita juga bersaing dan memiliki talenta-talenta muda yang spesifik terhadap industri olahraga. Sehingga kedepan bahwa industri olahraga ini menjadi salah satu industri yang bisa bersaing dengan sektor lainnya,” imbuhnya.

Terkait kriteria mahasiswa magang di IBL Indonesia, Junas menegaskan, agar mereka yang benar-benar ada passion di dunia olahraga khususnya basket.

“Tentunya ya passionnya di olahraga khususnya basket itu. Kemudian, di sektor ini tidak lepas dari bisnis juga ya, jadi dia harus juga memahami bisnis, sumber daya, komersial, marketing, social media. Intinya semua tenaga diperlukan,” paparnya.

“Saya yakin dengan adanya kesempatan bekerjasama ini bisa lebih membuka mata lagi ke generasi muda bahwa olahraga itu tidak hanya kompetisi tapi ada manajemen pengelolaan, peluang kerja dan bersaing untuk menjadi salah satu industri yang baik,” imbuhnya lagi.

Perwakilan dari DBL Indonesia menyampaikan meskipun berstatus magang tapi sangat dimungkinkan usai magang para lulusan perguruan tinggi itu langsung bekerja. “Sangat mungkin mereka langsung bekerja dan semoga ini bisa terus dilanjutkan di program yang berkelanjutan,” katanya.

Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof. Nizam menyampaikan, bahwa Kemendikbudristek telah hampir bekerjasama dan berkolaborasi dengan semua kementerian untuk memastikan mempersiapkan talenta-talenta muda.

“Hampir dengan semua kementerian kami bekerjasama, karena kebutuhan talenta itu sangat multisektor. Prinsipnya perguruan tinggi ini tidak jalan sendiri tapi bersama-sama dengan seluruh mitra, seluruh sektor dan seluruh kementerian. Hingga saat ini sudah ada 2.000 peserta yang mendaftar untuk program kolaborasi Kemenpora dan Kemendikbudristek ini,” jelasnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis

By usterup